Belajar Mengaji Menyenangkan Dengan Metode Tilawati


TIDENG PALE – Penanaman agama, khususnya membaca Al Quran, membutuhkan waktu cukup panjang. PAUD Nurul Jadid di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara menggunakan metode Tilawati untuk mengenalkan huruf-huruf Hijaiyah pada anak. Metode ini dipandang cukup berhasil membuat anak-anak tertarik  belajar mengaji. 

Guru PAUD Nurul Jadid, Yul Rani Pratama, S.Pd menjelaskan, metode Tilawati ini sudah diterapkan dalam 3 tahun terakhir, yang sebelumnya menggunakan metode membaca Iqra’. “Lagu atau nada dalam metode Tilawati ini sangat indah dan enak di dengar, sehingga anak tertarik untuk menirukannya,” ujarnya saat ditemui di kelasnya April lalu.

Bunda Rani begitu Ia biasa dipanggil, tidak hanya bekerja sebagai Guru PAUD tetapi juga seorang penyuluh agama. Ia sangat kompeten mengajar mengaji. Ia tidak hanya mengajar mengaji kepada anak-anak, tetapi juga untuk remaja dan ibu-ibu. Baginya mengajar mengaji merupakan tantangan tersendiri. Tidak mudah mengajarkan sesuatu yang baru, khususnya pada anak usia dini. Harus punya strategi yang tepat, kreatif dan inovatif. Ia menyelipkan lagu-lagu religius yang ceria sebelum memulai mengaji, seperti Ayo Belajar Al-Quran dan Asmaul Husna. Tanpa paksaan anak-anak berkumpul dengan sendirinya untuk belajar mengaji bersama. 

Kegiatan mengaji dengan metode Tilawati merupakan program PAUD Nurul Jadid. Kegiatan ini dilakukan setiap hari sesudah anak-anak selesai pembelajaran. Program tersebut telah disampaikan pada orang tua dan disepakati dengan komite (paguyuban sekolah). Tujuannya adalah untuk menanamkan karakter religius sejak dini pada anak. Al Quran adalah kitab suci dan pedoman kehidupan yang harus dipelajari dan dipahami umat islam. Menurut Kepala Sekolah PAUD Nurul Jadid, Siti Aslamiyah, S.Pd, sejak usia dini anak-anak perlu dikenalkan pada Al Quran. “Saya merasa sedih melihat banyak anak-anak remaja bahkan orang dewasa yang tidak bisa membaca Al-Quran,” ungkapnya. 

Metode Tilawati ini terbukti meningkatkan rasa ingin tahu dan minat anak untuk mengenal huruf-huruf Hijaiyah, yang pada akhirnya secara bertahap akan membaca Al-Quran. Anak-anak diajarkan Tilawati PAUD atau Tilawati Dasar secara bersama-sama dahulu, baru kemudian di panggil satu persatu untuk membaca sesuai dengan kemampuannya. Masing-masing anak menggunakan buku Tilawati yang sudah terstandar, sehingga mudah untuk monitoring dan evaluasi. Anak-anak yang mengikuti kelas mengaji Tilawati semakin banyak, tidak hanya murid PAUD Nurul Jadid, tetapi juga anak-anak yang tinggal disekitarnya. “Penting sekali membuat anak merasa senang dan nyaman. Ilmu apa pun akan mudah diterima anak, termasuk mengaji dengan metode Tilawati ini, apabila anak-anak merasa bahagia," tutupnya. (Tri Lestari Rakhmawati, SE)

 ###

Catatan redaksi: berita ini dipublikasikan sebagai bagian dari pelatihan penulisan berita dan praktik baik Disdik Tana Tidung 2021.

Posting Komentar

[facebook]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget